Tindak Lanjut Pemkab Sigi Tentang Dana Stimulan Tahap II

0
29

JAKARTA- Bupati Sigi, Mohamad Irwan, yang di dampingi langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sigi, Muh. Basir, Asisten Bid. Ekonomi dan Pembangunan Kab. Sigi, Iskandar Nongtji, dan Kepala Bagian Humas, Ariyanto, melakukan kunjungan silaturahmi Ke kepala BNPB RI. Rabu, (19/8/20).

Kunjungan Bupati Sigi ini diterima langsung Kepala BNPB RI Letjen Doni Monardo, yang dampingi Deputi Rehabilitasi Rekonstruksi BNPB RI Ir. RIFAI, MBA, Direktur Pemulihan Dan Peningkatan Fisik H. Ali Bernadus SKm., MA di Kantor BNPB Jl. Pramuka Kav. 38 Jakarta Timur.

Selain itu kunjungan silaturahmi yang dilaksanakan ini, kunjungan ini juga dimaksudkan untuk melaporkan beberapa hal kegiatan dan keadaan yang terjadi di Kabupaten Sigi saat ini, diantaranya, melaporkan realisasi pelaksanaan pembayaran dan penyaluran dana stimulan tahap II kepada penerima bantuan korban bencana gempa bumi dan likuifaksi tahun 2018, dan kejadian bencana alam di Kabupaten Sigi yang terjadi secara terus menerus seperti banjir bandang, tanah longsor, jalan putus dan jembatan yang rusak.

Terkait dengan penyaluran stimulan tahap II yang belum mencapai target sesuai rencana karena beberapa kendala, antaralain telah berakhirnya tugas Tim Pendamping Percepatan Pembangunan Perumahan (TP4) dan tim pendukung stimulan tahap II, serta masih banyaknya laporan masyarakat terkait dengan daftar nama penerima bantuan tersebut, pemerintah daerah kabupaten Sigi telah melakukan rapat koordinasi pada 18 Agustus 2020. Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Daerah Kab Sigi mengusulkan untuk dilakukan perubahan RKA terkait dengan adanya perubahan data sesuai hasil usulan maupun verifikasi di lapangan, Pemda juga mengusulkan tambahan waktu untuk proses penyelesaian penyaluran dana stimulan tahap II.

Dalam pertemuan itu Bupati juga berbicara tentang bagaimana upaya pemerintah daerah mengurangi dampak risiko bencana, khususnya banjir dan tanah longsor yang sering terjadi di Wilayah Sigi. “Bencana yang terjadi tidak bisa diprediksi kapan terjadinya tapi paling tidak ada upaya pengurangan risiko bencana ketika bencana itu terjadi” ungkap Bupati.(Wal/Hms).

LEAVE A REPLY